Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Viral Sensasi Berbagi Istri Demi Teman 1
Tradingan.com - Tak selalu sebuah janji mendapat pemenuhannya. Pun tak setiap pemenuhan akan sesuai dengan pengharapannya.
Aku tak tahu harus bersikap bagaimana ketika pagi itu seorang rekan kerja Bahar datang mengantarkan sebuah surat dari sebuah perusahaan galangan kapal.
Galangan kapal? Sejak kapan di daerah Sangir ada galangan kapal?
Ternyata memang bukan dari daerah setempat. Pesan itu datang dari Surabaya! Sebuah amplop berwarna coklat. Aku kebetulan yang menerimanya, karena sampai jam 8 pagi ini Bahar masih tergolek pulas di tempat tidur. Semalam kami memang terlalu lelah dan sepakat untuk tidak menuntaskan segalanya malam itu. Masih ada kesempatan lain, kata Bahar kepadaku.
Tapi dengan adanya kejadian pagi ini? Aku agak kelu juga ketika menerima surat itu. Kepada kurirnya aku cuma sempat berbasa-basi singkat saja. Selanjutnya aku lebih banyak diam.
Tapi diamku bukan tanpa reaksi apapun. Dadaku yang bergemuruh rasanya sudah lebih dari sebuah reaksi. Perasaanku mengatakan ada sesuatu di balik amplop coklat itu. Mungkin sebuah pesan yang ‘resiko’nya harus kutanggung.
Secara pasti aku memang belum tahu isi pesan itu. Tapi sepertinya sebuah panggilan proyek. Kalau tak salah Bahar pernah sedikit menyinggung tentang hal itu. Dan bila memang benar, itu artinya Bahar harus berpisah untuk sementara waktu denganku. Bisa sebulan atau dua bulan. Atau, jangan-jangan setahun? atau lebih dari itu? Inilah kenyataan yang belum bisa kuterima dan masalah ini belum pernah kami bicarakan bersama.
Amplop coklat itu masih di tanganku. Bagaimanapun aku tak berhak membukanya meskipun rasa penasaranku akan isi pesan itu sekuat harapanku agar apa yang kutakutkan tak terjadi.
Kuletakkan amplop di meja kecil dekat ranjang. Bahar tampak masih pulas. Dia tidur-seperti biasanya-dengan tubuh telanjang, hanya tertutup selimut. Dengkurannya halus. Seperti kucing. Tapi bagiku dia adalah kucing besar. Bahkan bila keliarannya muncul, lebih mirip singa jantan. O, Bahar. Aku menghela nafas menyadari lamunanku sendiri. Bangunlah Bahar, bisikku dalam pikiran yang masih dipenuhi rasa kepenasaran. Bangunlah dan buka amplop itu. Bacalah dan katakan bahwa itu bukan apa-apa. Bukan sebuah panggilan job atau proyek, atau apapun yang bisa menjauhkan jarak kita..
Artikel Terkait
Seperti mendengar apa yang kupikirkan, tiba-tiba Bahar mendesah dalam tidurnya. Tubuhnya sedikit menggeliat dan berganti posisi tengkurap membelakangiku. Lalu dengkurnya kembali terdengar. Nyenyak sekali tidurnya si bayi besar ini. Kasihan kalau harus kubangunkan.
Aku hanya bisa memandangi garis punggungnya yang liat. Kulitnya tebal dan agak gelap, namun tampak bersih dan segar. Ada beberapa bekas guratan di situ. Mungkin bekas luka ketika mengangkut muatan kapal atau barangkali luka bekas cakaran atau tancapan kuku ketika bercinta. Memang, tak jarang aku yang melakukannya. Tapi goresan itu bisa diakibatkan oleh apa saja, dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Siapa saja? Lanjut baca!
Viral Sensasi Berbagi Istri Demi Teman 2
Iklans.com - “Dengan bokong sepadat ini.. Dan..” lanjutnya sambil tangannya terus merayap ke depan melewati lipatan pahaku, kemudian berhenti menggenggam benda bulat panjang milikku yang sudah tegang membesar. Dan..
“Dengan pistol segede ini..” katanya sambil meremas gemas, “.. Aku tak rela kalau semua ini menjadi milik orang lain..”
Sambil berkata begitu, mata Bahar terus menatapku, serius. Mata dan alis mata itu laksana burung elang. Tajam dan menusuk. Aku sampai menelan ludah membalas tatapannya.
“Hmm..” kataku kemudian sambil menghela nafas, “Apakah Abang juga bisa menjaga ‘ini’ agar tidak bandel?” balasku sambil meremas miliknya yang ukurannya juga sudah membesar.
“Siapa yang mau dengan barang seram begini” katanya sambil menyentakkan pantatnya ke depan sehingga batang kemaluannya ikut maju dan hampir terbetot keluar dari genggamanku.
“Justru yang seperti ini yang dicari orang” kataku makin gemas, “Awas kalau dipakai macem-macem!”
“Terus bagaimana caranya supaya tak bandel?” logat Sangirnya mulai keluar.
“Ditinggal saja di sini” kataku sambil menahan tawa.
“Boleh!, tapi.. Bagaimana caranya?” balasnya tak mau kalah.
“Caranya.., simpan saja di sini..” kataku sambil menarik kantung zakarku ke atas sehingga tampak celah kecil di tengah-tengah dua bukit pantatku.
Muka Bahar langsung berubah merah. Beberapa kali kudengar ia menghela nafas. Hidungnya pun mulai memperdengarkan suara dengusan. Bagai banteng yang siap bertarung. Rupanya aku sudah membangunkan hasrat si banteng.
Bibirnya kemudian menyungging senyum dan kepalanya mengangguk-angguk tanda mengerti. Rupanya guyonanku telah menyadarkannya bahwa semalam dia masih punya hutang padaku. Dan siang ini aku ingin semua hutangnya dibayar tuntas!
Posisiku masih duduk di pinggiran bak mandi, setinggi pinggul Bahar yang juga masih berdiri mengangkang di antara kedua gempal pahaku.
“Bagaimana?” kataku mencoba memecah kebisuan.
Bahar rupanya sudah tak mau berbasa-basi lagi. Dengan sigap, diangkatnya kedua pahaku ke atas melewati kedua bahunya, sehingga selangkanganku kini terpentang lebar dan punggungku rebah menggantung hampir menyentuh permukaan air di bak mandi. Aku agak kewalahan dan dengan kedua siku tanganku aku mencoba bertumpu pada tepian sudut yang lain.
Sejenak kemudian mulai kurasakan lembutnya busa sabun yang dioleskan ke seluruh daerah di bawah kantung pelirku. Rupanya Bahar mencoba membasuh daerah itu dan sekaligus ingin merangsangku dengan menggunakan sabun mandi. Makin lama busanya makin banyak dan meleleh, menetes-netes ke lantai kamar mandi. Suara tetesannya berpacu dengan suara desahan kami berdua.
Artikel Terkait
Diperlakukan seperti itu, ingatanku langsung melayang pada kisah yang pernah diceritakan Bahar. Tampaknya dia ingin mengulang pengalamannya ketika pertama kali mengenal anal seks dengan seorang pelaut Portugis (Baca ‘Oase’ sebelumnya). Hanya kali ini, akulah sebagai si pelaku pengalaman pertama itu sedangkan dia gantian bertindak sebagai ‘si Portugis’.
Bagaimana detail ceritanya antara Bahar dan Portugis, aku lupa. Namun usapan jari-jarinya seperti memandu kembali ingatanku. Dimulai ketika jari tengahnya mulai menelusup, keluar masuk memperlonggar jalan yang akan mengantarnya ke kenikmatan tak berujung. Kemudian telapak tangan yang lainnya kurasakan terus sibuk mengusapkan busa sabun ke daerah selangkanganku, lalu bergerak naik ke kedua bola adam milikku dan berakhir di sekujur batang pejalku yang kini sudah sangat keras. Gerakannya kemudian turun lagi ke bawah, mengusap lagi ke atas, mengurut, memijat demikian seterusnya. Aku benar-benar terangsang hingga badanku beberapa kali bergidik cukup keras. Lanjut baca!
Viral Ngentot Istri tapi Anus Ku Juga Di Entot Dian 1
Aopok.com - Jaqueno Milie menahan nafas dalam-dalam, degup jantungnya saat itu mulai tak karuan, dipelototinya adegan demi adegan di layar televisi yang berukuran 20 inch itu, dan tidak satu pun yang dilewatkannya begitu saja. Ia sedang menikmati hobinya, menonton blue film di dalam apartemen pribadinya. Di usianya yang sudah menginjak 18 tahun ini, setidaknya ia sudah dianggap dewasa di negara asalnya, Spanyol. Dan karena itulah, ia merasa sudah saatnya untuk tidak sekedar melihat adegan-adegan panas itu di layar televisi saja, ia sungguh berobsesi untuk menikmatinya secara langsung. Namun entahlah, ia masih merasa terlalu takut dan malu untuk segera memulainya. Lagi pula, dengan siapa? itu yang jadi masalahnya.
Indonesia tidaklah seperti spanyol yang punya liberalitas yang tinggi, dimana seorang gay tanpa canggung mengatakan “aku gay”, seorang biseks dengan terang-terangan mengakui dirinya “pemburu wanita dan pria!” bahkan kalau memang dianggap perlu, barangkali mereka akan sampai bersusah payah mengambil tangga, menaiki genteng rumahnya dan memasang sebuah bendera besar yang mengumumkan bahwa mereka gay atau pun biseksual. Mungkin tidak harus ditunjukkan seekstrim itu, tetapi mencari seorang teman untuk bersenang-senang di Indonesia adalah seperti mencari sebuah jarum di tumpukan jerami.
Jaqueno bukanlah seorang gay sejati. In fact, he still loves girl, a beautiful girl. Tetapi ia ingin mencoba melakukan sebuah terobosan yang sebenarnya sudah ada sejak jaman dahulu, menikmati permainan sesama jenis, yang katanya bisa lebih dahsyat dari pada permainan dengan lawan jenis. Apalagi kaset vCD yang disewanya kali itu berkutat seputar permainan ranjang yang sangat liar antara seorang guru smu dengan muridnya sendiri, yang mana keduanya notabene adalah cowok-cowok tampan yang berbadan kekar. Jaqueno bahkan beberapa kali menelan air liurnya, ia ingin menjadi aktor ketiga yang ikut bermain di atas ranjang itu. Matanya tak berkedip, pikirannya entah sudah sampai dimana yang jelas ia mulai dapat merasakan kalo dirinya ada di dekat kedua orang itu, ia berada di depan pintu gudang sekolah di mana sang guru muda dan muridnya itu sedang berpacu dengan birahi mereka.
Artikel Terkait
Jaqueno memegang gagang pintu dan mulai membukanya perlahan. Kedua orang itu tampaknya benar-benar tak merasakan kehadirannya. Mr.. Louis dan murid kesayangannya, Virgo, masih saja bertempur di atas sebuah meja besar di dalam gudang sekolah. Keduanya sudah tak berpakaian lagi, telanjang bulat. Mr. Louis menindih tubuh Virgo, melumat bibirnya dengan liar, menggerayangi setiap bagian tubuh Virgo yang putih mulus itu dengan kedua belah tangannya. Guru muda itu pun mendaratkan ciuman-ciumannya mulai dari ujung rambut Virgo, ke seluruh wajahnya yang tampan, menikmati leher Virgo yang seksi itu, menjelajah di dadanya yang bidang dan berbulu, melumat kedua puting susunya yang seksi bergantian, memagut ketiaknya yang berambut jarang itu. Lanjut baca!
Viral Ngentot Istri tapi Anus Ku Juga Di Entot Dian 2
Biodataviral.com - Jaqueno memperlambat laju mobil mercedesnya ketika ia sudah memasuki perbatasan desa tegal alang, sebuah desa kecil yang asri berjarak sekitar 10 km dari Ubud. Kemudian ia menghentikan mobilnya di pinggir jalan raya, merapatkannya ke trotoar tua yang ada di sana. Ia mencengkeram erat kemudi mobilnya itu dengan kedua tangannya, sambil kemudian memejamkan mata dan menarik nafas panjang beberapa kali. Lagi-lagi pikiran itu mengusiknya, kenapa setiap kali dengan begitu mudahnya bayangan Mr. Louis berkelebat di kepalanya dan kemudian pergi begitu saja. Okey, ia memang tidak lagi bisa menembus dimensi waktu sejak kejadian yang dahsyat itu untuk kemudian bisa mengulanginya dengan Mr. Louis. Tapi jika bayangan itu tidak pernah lenyap dari benaknya, pergi dan datang begitu saja, lambat atau cepat ia pasti akan gila.
Setiap kali bayangan itu muncul yang ada di benaknya hanyalah seks, seks dan seks. Ia ingin cepat-cepat melampiaskannya saja di atas ranjang dengan seorang partner yang hebat, tapi tetap saja ia tak punya nyali yang cukup untuk mencarinya.
Jaqueno melirik ke arah jam tangannya, sudah hampir jam sepuluh malam. Ia pun lantas memutuskan untuk mencari sebuah penginapan di sekitar tempat itu dan tidur di sana untuk malam ini. Toh, ini adalah akhir pekannya.
Semula Jaqueno tak menyadari ketika seseorang mengintip dari balik kaca jendela mobilnya yang hanya berpintu dua itu, orang itu melongok ke arah Jaqueno dengan wajah lugunya sambil mengerutkan dahinya naik turun. Tiba-tiba Jaqueno menoleh, ia cepat-cepat menurunkan kaca jendelanya itu. Tampang pemuda desa itu tidak menyiratkan sedikit pun sebagai orang yang berniat jahat.
“Hai!” sapa Jaqueno sambil melemparkan senyumannya yang manis itu.
Pemuda itu balas tersenyum dan menyapa. Entah angin dari mana, seketika birahi Jaqueno langsung bangkit, pemuda desa itu mempunyai wajah yang nyaris sempurna, berkulit sawo matang dan bibir yang sensual. Kontolnya pun tanpa diperintah lagi langsung menegang di balik celana jeans yang dipakainya begitu dilihatnya “barang” bagus itu, bahkan celana jeans ketatnya itu sudah mulai terasa bertambah sesak dan sudah tak muat lagi untuk menampung “kontol” bulenya itu yang memang big size dan tak bersunat.
Jaqueno lantas mengajak pemuda itu masuk ke dalam mobilnya, singkatnya ia mengajaknya berkenalan. Pemuda Bali itu bernama Ngurah, ia bukan kelahiran desa itu, tapi sejak lima tahun yang lalu ia pindah ke sana, menemani neneknya yang kemudian meninggal setahun sesudah itu. Ngurah tinggal seorang diri menempati sebuah rumah yang sangat sederhana di pinggiran desa.
Artikel Terkait
“Kau mau ku antar?” tanya Jaqueno lagi.
Ngurah menggeleng, “Tidak usah, terima kasih. Rumahku di depan sana, tidak begitu jauh!” sahut Ngurah.
“Kau sudah menikah?”
Sekali lagi, Ngurah menggeleng. Melihat usianya yang sekitar tujuh belasan itu, memang cukup aneh untuk menanyakan status pernikahan. Tetapi siapa tahu, rata-rata orang desa kan biasa kawin muda. Jaqueno senang sekali saat itu karena mendapatkan teman yang sebaya dengannya.
“Temani aku jalan-jalan, bagaimana? aku belum cukup kenal daerah ini! Nanti aku bayar deh!” kata Jaqueno tanpa bermaksud untuk menghina pemuda itu dengan suapan uang, meski ia tahu pemuda itu memerlukannya. Lanjut baca!
Kisah Sex Prank Jayus Tukang Ojek
Aopok.com - Orangnya buta huruf. Tapi kalau ngomong ngentot, dia adalah playboy. Playboy kampunglah. Tetapi aku percaya. Tubuh macam dia punya biasanya memang memiliki nafsu gede. Lihat saja. Punggungnya nampak sedikit bongkok. Tangan-tangan dan kakinya penuh bulu. Warna kulitnya yang coklat kehitaman mengkilat kena keringat keringnya.
Ciri-ciri macam itu biasanya kontolnya juga gede. Aku selalu merinding menahan gejolak birahiku kalau dekat dia. Tak bisa kulepaskan dari tonjolan bagian depan celananya, menggunung. Pantes saja, ibu-ibu gatel hingga babu-babu genit sangat asyik kalau ngomongin bagaimana sepulang dari pasar tadi ngebonceng ojeknya Jayus. Mereka cerita soal baunya yang merangsang, soal senggolan dengan tangannya yang penuh bulu. Kadang-kadang mereka sengaja menempelkan susunya saat mbonceng ojek sepeda si Jayus.
Sebaliknya si Jayus, dia juga termasuk banyak omong. Dia ceritakan kalau si Nem, babu Koh Abong demen banget nyiumin kontolnya. Dia enyotin kontolnya hingga pejuhnya muncrat ke mulutnya. Dia telan tuh pejuh, nggak ada sisanya.Bahkan dia juga cerita kalau Enci’nya (bininya) Koh Abong suka mencuri-curi pandang, dan menaik-naikkan alisnya kapan pandangannya berbenturan dengan mata Jayus. Dia lagi cari kesempetan atau alasan bagaimana bisa ketemu empat mata tanpa dilihat lakinya.
Lain lagi Dety, orang Menado yang lakinya kerja di kapal yang hanya 6 bulan sekali lakinya pulang dari laut, itupun tidak lebih dari 1 minggu. Dety berbisik sama Atun temen gosipannya, ‘Uhh Tuunn, gue mau klenger deh rasanya’, suatu pagi dia buka omongan, ‘Kenape emangnya?’, tanya Atun balik dengan logat Betawinya yang kental. ‘Gua baru ngrasain deh. Tuh kontol Jayus yang sedepa (mau cerita betapa panjangnya) bener-bener bikin semaput’. Kemudian dia ceritakan bagaimana tanpa sengaja suatu siang si Jayus kencing di kebon samping rumahnya. Sebagai perempuan yang kesepian karena jarang dapat sentuhan lakinya, dia iseng ngintip dari balik pohon angsana dekat dapurnya. Dia lihat saat Jayus merogoh celananya dan menarik kontolnya keluar. Dety bilang napasnya langsung nyesek. Dia plintirin pentilnya sembari ngintip Jayus kencing. Dia mengkhayal, ‘.. coba aku yang dia kencingin.. hhuuhh..’. Dan beberapa menit sesudah Jayus meninggalkan tempat, dengan gaya yang tidak memancing perhatian orang dia nyamperin tuh tempat kencingnya Jayus. Bagian terakhir ini dan selanjutnya nggak dia ceritakan sama si Atun.
Dia amati batang pohon mangga yang dikencinginnya. Basah. Air liur Dety menetes keluar, jakunnya naik turun. Darahnya tersirap. Dan tanpa bisa menahan diri, tahu-tahu tangan kanannya sudah nyamperin tuh yang basah di batang pohon. Diusapnya basah kencing si Jayus di pohon itu. Matanya nglirik kanan-kiri-depan nggak ada orang lain, dia endus tuh basah di tangannya itu. Wuu.. pesing banget. Kemudian lidahnya menjulur menjilati basah kencing Jayus itu. Eddaann..
Artikel Terkait
Cerita Pesta Seks Anal dan Gangbang Istri
Kisah Blowjob dan Oral Sex Perawan
Foto Ngentot Pacar Penetrasi Ganda Bersama Teman Baik
Video Ngewe Anus Istri dan Mantan Pacar
Semua cerita-cerita itu terung terang membuat aku dipenuhi setumpuk obsesi. Kapaann memekku diterobosi kontolnya?! Dan dari kepalaku mengalir berbagai gagasan untuk menjebak Jayus. Dan kalau sudah begini, mataku menerawang. Aku pengin jilatin batangnya, bijih pelernya sampai dia teriak-teriak keenakkan. Aku akan ciumin pentilnya. Kemudian ketiaknya. Aku akan jilatin semua lubang-lubang bagian tubuhnya. Wwwuu.. nafsu libidoku.. kenapa liar begini ssiihh..?!
Suatu sore, karena ada beberapa bumbu dapur yang habis, aku pergi ke warung langgananku di pasar. Aku pikir jalan sih nggak begitu jauh saat tiba-tiba Jayus dari arah belakangku naik sepeda ojeknya nawarin, ‘Kemana bu? Saya anter?’. Terus terang aku langsung terkesiap dan .. gagap..,’Eehh kang Jayus (begitulah aku biasa memanggil orang lain akang atau kang sebagai tanda hormatku) ..eehh, ..bb ..boleehh, ..mau ke warung langganan nihh’. seperti kebo yang dicocok hidungnya, aku nyamperin jok belakang sepedanya, naruh pantat di boncengan sepeda si Jayus.
Seketika aku diserang obsesiku. Sementara Jayus nggenjot sepeda, agar tidak jatuh tanganku berpegangan pada sadel yang tentu saja menyentuh bokongnya. Ada setrum yang langsung menyerang jantungku. Deg, deg, deg. Aku dekatkan wajahku ke punggungnya hingga aku cium bau keringatnya. ‘Narik dari jam berapa mas?’, aku buka omongan, ‘Yaah nggak tentu bu. Hari ini saya mulai keluar jam 10.00 pagi. Soalnya pagi-pagi tadi tetangga minta bantu pasang kran air. PAM-nya nggak mau keluar’. Wwaaoo.., tiba-tiba ada ide yang melintas! Baca selengakpnya!
Kisah Dewasa Kepuasan dalam Perselingkuhan
Tradingan.com - Awalnya aku hanya iseng mengobrol mengisi waktu luang di waktu jam istirahat, Namun lama-kelamaan Dewi salah satu staffku yang agak manis malah penasaran dan bertanya lebih jauh tentang orgasme. Ya sebuah misteri yang kelihatannya mudah namun susah diungkapkan.
Memang banyak sekali wanita yang belum sadar akan arti pentingnya sebuah orgasme, bahkan menurut penelitian hanya 30% wanita yang dapat meraih orgasme, banyak hal-hal yang mempengaruhi wanita dalam meraih orgasme, baik dari faktor si wanitanya ataupun dari faktor prianya atau bahkan dari suasana, perasaan, dll. Termasuk Dewi salah satu staffku ini, selama menikah 2 tahun lalu, dia belum tahu apa itu orgasme, yang dia tahu hanya rasa enak saat penis suaminya memasuki kewanitaannya, Dan berakhir saat penis suaminya menyemprotkan cairan hangat kedalam kewanitaannya.
Aku hanya geleng-geleng kepala mendengar ceritanya, lalu aku korek lebih jauh tentang perasaan, foreplay, gaya, waktu, dan lain-lain tentang hubungannya dengan suaminya, Dengan malu-malu Dewi pun menceritakan dengan jujur bahwa selama ini memang dia sendiri penasaran dengan apa yang namanya orgasme namun dia tak tahu harus bagaimana, yang jelas saat berhubungan dengan suaminya dia cukup foreplay, bahkan suaminya senang mengoral kewanitaannya sampai banjir, dan selama penis suaminya masuk sama sekali tidak ada rasa sakit, yang ada hanya enak saja namun tidak bertepi, rasanya menggantung tidak ada ujung, dan tahu-tahu sudah berakhir dengan keluarnya sperma suaminya ke dalam kewanitaannya.“Kira-kira berapa lama penis suami kamu bertahan dalam kewanitaan kamu?” tanyaku.
“Mungkin sekitar 10 menit” jawabnya pasti.
“Gaya apa yang dipakai suami kamu?”
“Macam-macam, Pak, malah sampai menungging segala”
Aku hanya tersenyum mendengar jawabannya yang polos.
“Kira-kira berapa besar penis suami kamu?”
“Berapa ya?, saya tidak tahu Pak!” jawabnya bingung.
Akupun jadi bingung dengan jawabannya, tapi aku ada tidak kekurangan akal.
“Waktu kamu genggam punya suami kamu pakai tangan, masih ada lebihnya tidak?”
Dewi diam sejenak, mungkin sedang mengingat-ingat.
“Kayanya masih ada lebih, pas kepalanya, Pak!”
Aku tak dapat menahan senyumku.
“Maksud kamu, ‘helm’nya masih nongol?”
“Ya!” Dewipun tersenyum juga.
Aku suruh tangannya menggenggam, aku pandangi secara seksama tangannya yang sedang mengepal, yang berada dalam genggamanku, sungguh halus sekali, Namun aku sadar bahwa aku ditempat umum.
Artikel Terkait
Cerita Pesta Seks Anal dan Gangbang Istri
Kisah Blowjob dan Oral Sex Perawan
Foto Ngentot Pacar Penetrasi Ganda Bersama Teman Baik
Video Ngewe Anus Istri dan Mantan Pacar
“Aku perkirakan penis suami kamu berukuran 10-14 cm, berarti masih normal, Wi!”
“Bagaimana dengan kekerasannya?” tanyaku lagi.
“Keras sekali, Pak, seperti batu!”
Aku diam sejenak mencoba berfikir tentang penghambatnya meraih orgasme, sebab dari pembicaraan tadi sepertinya tidak ada masalah dalam kehidupan seksnya, tapi kenapa Dewi tidak bisa meraih orgasmenya? Baca selengkapnya!
Kisah Ngentot Mama Mona Mertua Lendir
Iklans.com - Sudah dua tahun ini aku menikah dengan Virni, dia seorang model iklan dan enam bulan lalu, dia menjadi seorang bintang sinetron, sementara aku sendiri adalah seorang wiraswasta di bidang pompa bensin. Usiaku kini 32 tahun, sedangkan Virni usia 21 tahun. Virni seorang yang cantik dengan kulit yang putih bersih mungkin karena keturunan dari ibunya. Aku pun bangga mempunyai istri secantik dia. Ibunya Virni, mertuaku, sebut saja Mama Mona, orangnya pun cantik walau usianya sudah 39-tahun. Mama Mona merupakan istri ketiga dari seorang pejabat negara ini, karena istri ketiga jadi suaminya jarang ada di rumah, paling-paling sebulan sekali. Sehingga Mama Mona bersibuk diri dengan berjualan berlian.
Aku tinggal bersama istriku di rumah ibunya, walau aku sndiri punya rumah tapi karena menurut istriku, ibunya sering kesepian maka aku tinggal di “Pondok Mertua Indah”. Aku yang sibuk sekali dengan bisnisku, sementara Mama Mona juga sibuk, kami jadi kurang banyak berkomunikasi tapi sejak istriku jadi bintang sinetron 6 bulan lalu, aku dan Mama Mona jadi semakin akrab malahan kami sekarang sering melakukan hubungan suami istri, inilah ceritanya.Sejak istriku sibuk syuting sinetron, dia banyak pergi keluar kota, otomatis aku dan mertuaku sering berdua di rumah, karena memang kami tidak punya pembantu. Tiga bulan lalu, ketika istriku pergi ke Jogja, setelah kuantar istriku ke stasiun kereta api, aku mampir ke rumah pribadiku dan baru kembali ke rumah mertuaku kira-kira jam 11.00 malam. Ketika aku masuk ke rumah aku terkaget, rupanya mertuaku belum tidur. Dia sedang menonton TV di ruang keluarga.
“Eh, Mama.. belum tidur..”
“Belum, Tom.. saya takut tidur kalau di rumah belum ada orang..”
“Oh, Maaf Ma, saya tadi mampir ke rumah dulu.. jadi agak telat..”
“Virni.. pulangnya kapan?”
“Ya.. kira-kira hari Rabu, Ma.. Oh.. sudah malam Ma, saya tidur dulu..”
“Ok.. Tom, selamat tidur..”
Kutinggal Mama Mona yang masih nonton TV, aku masuk ke kamarku, lalu tidur. Keesokannya, Sabtu Pagi ketika aku terbangun dan menuju ke kamar makan kulihat Mama Mona sudah mempersiapkan sarapan yang rupanya nasi goreng, makanan favoritku.
“Selamat Pagi, Tom..”
“Pagi.. Ma, wah Mama tau aja masakan kesukaan saya.”
Artikel Terkait
Cerita Pesta Seks Anal dan Gangbang Istri
Kisah Blowjob dan Oral Sex Perawan
Foto Ngentot Pacar Penetrasi Ganda Bersama Teman Baik
Video Ngewe Anus Istri dan Mantan Pacar
“Kamu hari ini mau kemana Tom?”
“Tidak kemana-mana, Ma.. paling cuci mobil..”
“Bisa antar Mama, Mama mau antar pesanan berlian.”
“Ok.. Ma..”
Hari itu aku menemani Mama pergi antar pesanan dimana kami pergi dari jam 09.00 sampai jam 07.00 malam. Selama perjalanan, Mama menceritakan bahwa dia merasa kesepian sejak Virni makin sibuk dengan dirinya sendiri dimana suaminya pun jarang datang, untungnya ada diriku walaupun baru malam bisa berjumpa. Sejak itulah aku jadi akrab dengan Mama Mona. Baca selengkapnya!







Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...