Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Viral Sensasi Berbagi Istri Demi Teman 1

 Tradingan.com - Tak selalu sebuah janji mendapat pemenuhannya. Pun tak setiap pemenuhan akan sesuai dengan pengharapannya.

Aku tak tahu harus bersikap bagaimana ketika pagi itu seorang rekan kerja Bahar datang mengantarkan sebuah surat dari sebuah perusahaan galangan kapal.

Galangan kapal? Sejak kapan di daerah Sangir ada galangan kapal?


Ternyata memang bukan dari daerah setempat. Pesan itu datang dari Surabaya! Sebuah amplop berwarna coklat. Aku kebetulan yang menerimanya, karena sampai jam 8 pagi ini Bahar masih tergolek pulas di tempat tidur. Semalam kami memang terlalu lelah dan sepakat untuk tidak menuntaskan segalanya malam itu. Masih ada kesempatan lain, kata Bahar kepadaku.

Tapi dengan adanya kejadian pagi ini? Aku agak kelu juga ketika menerima surat itu. Kepada kurirnya aku cuma sempat berbasa-basi singkat saja. Selanjutnya aku lebih banyak diam.

Tapi diamku bukan tanpa reaksi apapun. Dadaku yang bergemuruh rasanya sudah lebih dari sebuah reaksi. Perasaanku mengatakan ada sesuatu di balik amplop coklat itu. Mungkin sebuah pesan yang ‘resiko’nya harus kutanggung.

Secara pasti aku memang belum tahu isi pesan itu. Tapi sepertinya sebuah panggilan proyek. Kalau tak salah Bahar pernah sedikit menyinggung tentang hal itu. Dan bila memang benar, itu artinya Bahar harus berpisah untuk sementara waktu denganku. Bisa sebulan atau dua bulan. Atau, jangan-jangan setahun? atau lebih dari itu? Inilah kenyataan yang belum bisa kuterima dan masalah ini belum pernah kami bicarakan bersama.

Amplop coklat itu masih di tanganku. Bagaimanapun aku tak berhak membukanya meskipun rasa penasaranku akan isi pesan itu sekuat harapanku agar apa yang kutakutkan tak terjadi.

Kuletakkan amplop di meja kecil dekat ranjang. Bahar tampak masih pulas. Dia tidur-seperti biasanya-dengan tubuh telanjang, hanya tertutup selimut. Dengkurannya halus. Seperti kucing. Tapi bagiku dia adalah kucing besar. Bahkan bila keliarannya muncul, lebih mirip singa jantan. O, Bahar. Aku menghela nafas menyadari lamunanku sendiri. Bangunlah Bahar, bisikku dalam pikiran yang masih dipenuhi rasa kepenasaran. Bangunlah dan buka amplop itu. Bacalah dan katakan bahwa itu bukan apa-apa. Bukan sebuah panggilan job atau proyek, atau apapun yang bisa menjauhkan jarak kita..



Seperti mendengar apa yang kupikirkan, tiba-tiba Bahar mendesah dalam tidurnya. Tubuhnya sedikit menggeliat dan berganti posisi tengkurap membelakangiku. Lalu dengkurnya kembali terdengar. Nyenyak sekali tidurnya si bayi besar ini. Kasihan kalau harus kubangunkan.

Aku hanya bisa memandangi garis punggungnya yang liat. Kulitnya tebal dan agak gelap, namun tampak bersih dan segar. Ada beberapa bekas guratan di situ. Mungkin bekas luka ketika mengangkut muatan kapal atau barangkali luka bekas cakaran atau tancapan kuku ketika bercinta. Memang, tak jarang aku yang melakukannya. Tapi goresan itu bisa diakibatkan oleh apa saja, dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Siapa saja? Lanjut baca!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia