Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Viral Ngentot Istri tapi Anus Ku Juga Di Entot Dian 2
Biodataviral.com - Jaqueno memperlambat laju mobil mercedesnya ketika ia sudah memasuki perbatasan desa tegal alang, sebuah desa kecil yang asri berjarak sekitar 10 km dari Ubud. Kemudian ia menghentikan mobilnya di pinggir jalan raya, merapatkannya ke trotoar tua yang ada di sana. Ia mencengkeram erat kemudi mobilnya itu dengan kedua tangannya, sambil kemudian memejamkan mata dan menarik nafas panjang beberapa kali. Lagi-lagi pikiran itu mengusiknya, kenapa setiap kali dengan begitu mudahnya bayangan Mr. Louis berkelebat di kepalanya dan kemudian pergi begitu saja. Okey, ia memang tidak lagi bisa menembus dimensi waktu sejak kejadian yang dahsyat itu untuk kemudian bisa mengulanginya dengan Mr. Louis. Tapi jika bayangan itu tidak pernah lenyap dari benaknya, pergi dan datang begitu saja, lambat atau cepat ia pasti akan gila.
Setiap kali bayangan itu muncul yang ada di benaknya hanyalah seks, seks dan seks. Ia ingin cepat-cepat melampiaskannya saja di atas ranjang dengan seorang partner yang hebat, tapi tetap saja ia tak punya nyali yang cukup untuk mencarinya.
Jaqueno melirik ke arah jam tangannya, sudah hampir jam sepuluh malam. Ia pun lantas memutuskan untuk mencari sebuah penginapan di sekitar tempat itu dan tidur di sana untuk malam ini. Toh, ini adalah akhir pekannya.
Semula Jaqueno tak menyadari ketika seseorang mengintip dari balik kaca jendela mobilnya yang hanya berpintu dua itu, orang itu melongok ke arah Jaqueno dengan wajah lugunya sambil mengerutkan dahinya naik turun. Tiba-tiba Jaqueno menoleh, ia cepat-cepat menurunkan kaca jendelanya itu. Tampang pemuda desa itu tidak menyiratkan sedikit pun sebagai orang yang berniat jahat.
“Hai!” sapa Jaqueno sambil melemparkan senyumannya yang manis itu.
Pemuda itu balas tersenyum dan menyapa. Entah angin dari mana, seketika birahi Jaqueno langsung bangkit, pemuda desa itu mempunyai wajah yang nyaris sempurna, berkulit sawo matang dan bibir yang sensual. Kontolnya pun tanpa diperintah lagi langsung menegang di balik celana jeans yang dipakainya begitu dilihatnya “barang” bagus itu, bahkan celana jeans ketatnya itu sudah mulai terasa bertambah sesak dan sudah tak muat lagi untuk menampung “kontol” bulenya itu yang memang big size dan tak bersunat.
Jaqueno lantas mengajak pemuda itu masuk ke dalam mobilnya, singkatnya ia mengajaknya berkenalan. Pemuda Bali itu bernama Ngurah, ia bukan kelahiran desa itu, tapi sejak lima tahun yang lalu ia pindah ke sana, menemani neneknya yang kemudian meninggal setahun sesudah itu. Ngurah tinggal seorang diri menempati sebuah rumah yang sangat sederhana di pinggiran desa.
Artikel Terkait
“Kau mau ku antar?” tanya Jaqueno lagi.
Ngurah menggeleng, “Tidak usah, terima kasih. Rumahku di depan sana, tidak begitu jauh!” sahut Ngurah.
“Kau sudah menikah?”
Sekali lagi, Ngurah menggeleng. Melihat usianya yang sekitar tujuh belasan itu, memang cukup aneh untuk menanyakan status pernikahan. Tetapi siapa tahu, rata-rata orang desa kan biasa kawin muda. Jaqueno senang sekali saat itu karena mendapatkan teman yang sebaya dengannya.
“Temani aku jalan-jalan, bagaimana? aku belum cukup kenal daerah ini! Nanti aku bayar deh!” kata Jaqueno tanpa bermaksud untuk menghina pemuda itu dengan suapan uang, meski ia tahu pemuda itu memerlukannya. Lanjut baca!

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...